Kamis, 26 April 2012

Falsafah Pendidikan Islam


BAB I
PENDAHULUAN
            Buku yang berjudul Falsafah Pendidikan Islam ditulis oleh Prof.Dr.Omar Mohammad Al-Toumy Al-Saibany dan diterjemahkan oleh Dr.Hasan Langgulung. Pada bagian kata pengantar penerjemah menyatakan karena di antara bidang-bidang yang paling sedikit mempunyai kepustakaan dalam warisan kebudayaan Islam termasuk bidang pendidikan. Hal itulah yang memilih buku tersebut untuk diterjemahkan.
            Adapun hal yang melatarbelakangi penulisan buku itu karena kurangnya buku pegangan pendidik yang berkecimpung secara langsung dalam dunia pendidikan dalam menghadapi problema-problema pendidikan sehari-hari. Dan melihat minimnya buku dalam pendidikan Islam yang dapat meninjau pendidikan Islam dengan kacamata disiplin ilmu pendidikan.
            Hal-hal itulah yang memotivasi pengarang buku itu selain dengan adanya buku tersebut, pengarang berharap buku itu bisa berguna sebagai rujukan ilmiah dalam disiplin-disiplin ilmu tertentu.
            Buku itu merupakan kumpulan kedua kuliah-kuliah yang telah pengarang berikan dalam mata pelajaran Dasar-Dasar dan Falsafah Pendidikan Islam kepada para mahasiswa Fakultas Pendidikan, Universitas Tripoli. Setelah kumpulan pertama yang diterbitkan dengan judul “Pendahuluan pada Falsafah Islam”, dan karena lebih bercorak falsafah, maka buku kedua ini berjudul “Falasafah Pendidikan Islam”, sebab judul-judul yang diperbincangkannya itu falsafah pendidikan Islam dan dasar-dasar pokoknya. Kumpulan ini mengandung sembilan hal utama, yaitu sebagai berikut:
  1. Konsep falsafah pendidikan Islam
  2. Prinsip-prinsip yang menjadi dasar pendangan Islam terhadap jagat raya
  3. Prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap manusia
  4. Prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap masyarakat
  5. Prinsip-prinsip yang menjadi dasar teori pengetahuan pada pemikiran Islam
  6. Prinsip-prinsip yang menjadi dasar teori akhlak dalam Islam
  7. Tujuan-tujuan pendidikan Islam
  8. Kurikulum pendidikan Islam
  9. Metode-metode mengajar pada pendidikan Islam
Intisari setiap hal tersebut dipaparkan secara seksama pada bab II.
            Dengan demikian laporan buku ini terdiri dari empat bagian, yaitu pendahuluan , isi buku, analisis buku, dan penutup.











BAB II
ISI BUKU
A.    Falsafah Pendidikan Islam Kandungan, Sumber-Sumber dan Syarat- Syaratnya
Dalam pokok bahasan pertama ini ada empat judul yang dipaparkan yaitu:
1.      Kandungan falsafah pendidikan Islam dan hubungannya dengan falsafah Islam umum
            Pengertian bebas kata “falsafah”asalnya bahasa Yunani kuno “cinta akan hikmah”. Falsafah itu bukanlah hikmah itu sendiri, tetapi cinta terhadap hikmah dan berusaha mendapatkannya. Dengan pengertian itu maka filosof yaitu orang yang mencintai hikmah dan berusaha mendapatkannya, memusatkan perhatian padanya, dan menciptakan sikap positif terhadapnya. Selain itu, mencari hakikat sesuatu, berusaha menautkan sebab dan akibat, dan berusaha menafsirkan pengalaman-pengalaman manusia.
            Falsafah umum, ditakrifkan dengan “cinta akan hikmah”, juga sebagai usaha  encari yang hak dan kebenaran, atau u0saha untuk mengetahui sesuatu yang berwujud, atau usaha untuk mengetahui tentang nilai setiap yang mengelilingi manusia dalam alam jagat raya ini.
            Filosof pendidikan, juga seperti filosof umum, berusaha mencari yang hak dan hakikat serta masalah yang berkaitan dengan proses pendidikan. Ia berusaha sungguh-sungguh untuk mendalami konsep-konsep pendidikan dan memahami sebab-sebab yang hakiki daripada masalah pendidikan.
            Dalam hubungan antara falsafah umum dan falsafahpendidikan itu, maka falsafah pendidikan telah diberi berbagai-bagai batasan antaranya sebagai berikut:
a)      Falsafah pendidikan yaitu pelaksanaan pandsangan falsafah dan kaidah falsafah dalam bidang pengalaman kemanusiaan yang disebut pendidikan. Maka falsafah pendidikan berusaha mengecam proses pendidikan mengubahnya, dan berusaha untuk menjelaskan dan menerangkannya supaya pengalaman kemanusiaan ini sesuai dengan kehidupan baru.
b)      Pendidikan yaitu aktivitas yang dilakukan oleh pendidik-pendidik dan filosof-filosof  untuk menerangkan, menyelaraskan, mengecam dan mengubah proses pendidikan selaras dengan masalah-masalah kebudayaan dan unsur-unsur yang bertentangan di dalamnya.
2.      Pentingnya pembinaan falsafah Islam untuk pendidikan pengajaran dan kita
            Falsafah pendidikan yang baik haruslah memberi pedoman kepada perancang-perancang dan orang-orang yang bekerja dalam bidang pendidikandan pengajaran.
            Beberapa kegunaan yang diperoleh dari penentuan falsafah ini, adapun manfaatnya sebagai berikut:
a)      Falsafah pendidikan itu dapat menolong perancang-perancang pendidikan dan orang-orang yang melaksanakannya dalam suatu negara untuk membentuk pemikiran sehat terhadap proses pendidikan.
b)      Dari segi lain falsafah pendidikan dapat membentuk asas yang dapat ditentukan pandangan pengkajian yang umum dan yang khas.
c)      Falsafah pendidikan dengan pandangan pendidikan yang sebenarnya dianggap sebagian dari padanya dapat menjadi asas yang terbaik untuk penilaian pendidikan dalam arti yang menyeluruh.
d)     Falsafah pendidikan dan amalan pendidikan dan pengajaran mendapat penghargaan dan penghormatan dari pihak pelajar-pelajar, guru-guru dan orang yang bekerja dalam bidang pendidikan, dan ini selanjutnya akan memberi kepada mereka sandaran intelektual yang digunakannya untuk membela tindakan-tindakan mereka dalam bidang pendidikan dan pengajaran dalam melaksanakan falsafah tersebut.
e)      Seharusnya penentuan falsafah pendidikan bagi sistem pendidikan kita ini memberi corak dan pribadi khas dan istimewa sesuai dengan prinsip-prinsip dan nilai-nilai agama kita dan nilai-nilai umat Islam dan dengan kebudayaan dan suasana perekonomian, sosial, dan politik serta dengan tuntutan-tuntutan masa tempat kita hidup sekarang.
3.      Sumber-sumber dari mana diambil falsafah pendidikan Islam
            Di antara sumber-sumber tambahan yang mungkin menjadi dasar, prinsip-prinsip, kepercayaan-kepercayaan, dan kandungan-kandungan falsafah pendidikan Islam ialah sebagai berikut:
a)      Ciri-ciri pertumbuhan pengajaran dari segi jasmani, intelektual, temperament, emosi, spiritual, keperluan-keperluan, dan penggerak-penggeraknya yang bermacam-macam.
b)      Nilai-nilai dan tradisi-tradisi sosial yang baik yang memberikan kepada masyarakat corak ke Islaman/ke Araban yang tidak menghalangi kemajuan mengikuti semangat zaman, dan keperluan-keperluan kebudayaan, sosial, ekonomi dan polotik bagi masyarakat.
c)      Hasil penyelidikan dan kajian-kajian pendidikan dan psikologi yang berkaitan dengan sifat-sifat, proses pendidikan, dan tujuan-tujuan pendidikan, dan fungsi-fungsinya sangat penting.
d)     Prinsip-prinsip yang menjadi dasar falsafah politik, ekonomi dan sosial yang dilaksanakan oleh negara, dan piagam-piagam serta prinsip-prinsip penghimpunan-penghimpunanregional dan international yang meliputi berbagai negara dan juga perhimpunan-perhimpunan cabang yang termasuk dalam organisasi tersebut.
4.      Syarat-syarat pendidikan Islam
            Falsafah pendidikan Islam yang ingin dibina pada masyarakat Islam, haruslah mengandung berbagai-bagai unsur dan syarat, seperti dibawah ini:
a)      Falsafah pendidikan Islam itu dalam segala prinsip, kepercayaan dan kandungannya, sesuai dengan ruh Islam.
b)      Falsafah pendidikan Islam itu berkaitan dengan realitas masyarakat dan kebudayaan serta sistem sosial, ekonomi dan politiknya.
c)      Dia haruslah bersifat terbuka terhadap segala pengalaman kemanusiaan yang baik, sebab hikmah itu adalah benda yang hilang bagi orang mukmin dan diambilnya dari tempat bertemunya benda itu.
d)     Pembinaannya haruslah didasarkan atas hasil dan pengalaman yang lama dan berhasil atas kajian yang mendalam dan luas terhadap berbagai-bagai faktor dan aspek-aspek kehidupan, serta terhadap berbagai-bagai ilmu, cabang-cabang pengetahuan, dan pengalaman kemanusiaan.
e)      Itu harus bersifat universal yang mengambil ukuran berbagai-bagai faktor; spiritual, budaya, sosial, ekonomi, politik pendidikan dan psikologikal yang akan mempengaruhi proses dan usaha pendidikan.
f)       Oleh sebab sumber falsafah pendidikan Islam bermacam-macam yang hampir meliputi segala ilmu Islam, segala ilmu sosial, kemanusiaan, segala sains, segala falsafah yang berkuasa dewasa ini, maka falsafah pendidikan yang di ambil dari sumber ini semuanya haruslah bersifat memilih.
g)      Haruslah bebas dari segala pertentangan dan persanggahan antara prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasarnya, dan di antara prinsip-prinsip ini serta pelaksanaannya pada bidang pendidikan amali.
h)      Haruslah betul atau sehat dari segi andaian, contoh dan fikiran-fikiran yang menjadi dasarnya.
i)        Penentuan terakhir haruslah berjalan atas dasar kerjasama yang kolektif dan paklar-pakar ikut serta, pekerja-pekerja dan orang-orang yang menaruh minat terhadap pendidikandan pengajaran terhadap fikiran falsafah, berbagai ilmu dan bidang-bidang pengetahuan yang berkaitan dengan falsafah pendidikan.
j)        Itu harus brsifat dinamik fleksibel, dapat diubah dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan penyelidikan dan kajian-kajian padfa bidang-bidang pendidikan yang bermacam-macam.

  1. Prinsip-Prinsip Yang Menjadi Dasar Pendangan Islam Terhadap Jagat Raya
Dalam pokok bahasan yang kedua ini ada sepuluh hal berupa prinsip yang dipaparkan yaitu:
1.      Kepercayaan yang mengatakan bahwa pendidikan yaitu proses dan usaha mencari pengalaman dan perubahan yang diingini oleh tingkah laku

2.      Kepercayaan bahwa jagat raya berarti segala sesuatu kecuali Allah
3.      Kepercayaan bahwa wujud yang mungkin ialah dengan benda dan ruh
4.      Kepercayaan bahwa jagat raya ini berubah dan berada dalam gerakan terus-menerus
5.      Kepercayaan bahwa jagat raya ini berjalan menurut undang-undang  yang pasti
6.      kepercayaan bahwa ada hubungan antara sebab sdan akibat
7.      Kepercayaan bahwa alam ini ialah teman terbaik bagi manusia dan alat yang terbaik bagi kemajuannya
8.      Kepercayaan bahwa alam ini baru
9.      Kepercayaan bahwa Allah pencipta alam ini
10.  Kep[ercayaan bahwa Allah bersifat dengan segala sifat yang sempurna

  1. Prinsip-Prinsip Yang Menjadi Dasar Pandangan Islam Terhadap Manusia
Dalam pokok bahasan yang ketiga ini ada delapan hal berupa prinsip yang dipaparkan yaitu:
  1. Kepercayaan bahwa manusia ialah yang termulia di dalam jagat raya
  2. Kepercayaan akan kemuliaan manusia
  3. Kepecayaan bahwa manusia itu hewan yang berfikir
  4. Kepercayaan bahwa manusia mempunyai tiga dimensi yaitu: badan, akal dan ruh
  5. Kepercayaan bahwa manusia dalam pertumbuhannya terpengaruh oleh faktor-faktor warisan dan alam lingkungan
  6. Kepercayaan bahwa manusia mempunyai motivasi dan kebutuhan
  7. Kepercayaan bahwa ada perbedaan perseorangan di antara manusia
  8. Kepercayaan bahwa manusia mempunyai keluwesan sifat selalu berubah
  1. Prinsip-Prinsip Yang Menjadi Dasar Pandangan Islam Terhadap Masyarakat
Dalam pokok bahasan yang keempat ini ada sembilan hal berupa prinsip yang dipaparkan yaitu:
1.      Kepercayaan bahwa masyarakat itu sekumpulan individu dan kelompok yang diikat oleh kesatuan tanah air, kebudayaan dan agama
2.      Kepercayaan bahwa masyarakat Islam mempunyai identitas khas dan ciri-ciri tersendiri
3.      Kepercayaan bahwa dasar pembinaan masyarakat Islam aadalah akidah, keimanan tentang wujud, dan keesaan Allah
4.      Kepercayaan bahwa agama itu akidah, ibadah, dan muamalah
5.      Kepercayaan bahwa ilmu akidah adalah dasar yang terbaik bagi kemajuan masyarakat sesudah agama
6.      Kepercayaan bahwa masyarakat selalu berubah
7.      Kepercayaan pada pentingnya individu dalam masyarakat
8.      Kepercayaan pada pentingnya keluarga dalam masyarakat
9.      Kepercayaan bahwa segala yang menuju kesejahteraan bersama, keadilan, dan kemaslahatan antara manusia termasuk diantara tujuan-tujuan syari’at Islamiyah
  1. Prinsip-Prinsip Yang Menjadi Dasar Teori Pengetahuan Pada Pemikiran Islam
Dalam pokok bahasan yang kelima ini ada enam hal berupa prinsip yang dipaparkan yaitu:
  1. Kepercayaan akan pentingnya pengetahuan sebagai tujuan asasi pendidikan
  2. Kepercayaan bahwa pengetahuan adalah segala yang kita capai dengan pancaindra atau akal kita atau kita terima melalui intuisi, atau ilham atau agama
  3. Kepercayaan terhadap bertingkatnya pengetahuan itu pada keutamaan dan nilainya
  4. Kepercayaan bahwa pengetahuan manusia mempunyai berbagai-bagai sumber
  5. Kepercayaan bahwa pengetahuan itu berpisah dari akal yang mengetahuinya
  6. Kepercayaan bahwa pengetahuan yang baik yaitu yang di dalamnya terkandung keyakinan dan kesesuaian dengan agama 
  1. Prinsip-Prinsip Yang Menjadi Dasar Teori Akhlak Dalam Islam
Dalam pokok bahasan yang keenam ini ada enam hal berupa prinsip yang dipaparkan yaitu:
  1. Kepercayaan akan pentingnya akhlak dalam hidup
  2. Kepercayaan bahwa akhlak itu sikap yang mendalam di dalam jiwa
  3. Kepercayaan bahwa akhlak dalam Islam ialah mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat bagi individu dan kebaikan bagi masyarakat
  4. Kepercayaan bahwa tujuan akhlak dalam Islam ialah mencapai kebahagian dunia dan akhirat bagi individu dan kebaikan bagi masyarakat
  5. Kepercayaan bahwa akhlak Islam itu akhlak kemanusiaan yang sesuai dengan fitrah manusia
  6. Kepercayaan bahwa teori akhlak idak sempurna kecuali kalau di situ ditentukan sebahagian konsep-konsep asas seperti akhlak hati-nurani, kemestian akhlak, hukum akhlak, tanggung jawab akhlak, dan ganjaran akhlak
  1. Tujuan-Tujuan Pendidikan Islam
Dalam pokok bahasan ketujuh ini ada enam judul yang dipaparkan yaitu:
1.      Konsep tujuan pendidikan
2.      Tahap-tahap tujuan pendidikan
3.      Sumber-sumber yang menjadi dasar tujuan-tujuan pendidikan
4.      Ciri-ciri tujuan pendidikan Islam dan prinsip-prinsip yang menjadi dasar tujuan ini
5.      Sebahagian tujuan-tujuan individual dan sosial umum yang ingin di capai oleh pendidikan Islam
6.      a. Tujuan-tujuan individual umum bagi pendidikan Islam
b. Tujuan-tujuan sosial umum bagi pendidik Islam

  1. Kurikulum Pendidikan Islam
Dalam pokok bahasan kedelapan ini ada tujuh judul yang dipaparkan yaitu:
  1. Pentingnya kurikulum pada pendidikan Islam
  2. Konsep kurikulum pada pendidikan Islam
  3. Ciri-ciri umum bagi kurikulum pada pendidikan Islam
  4. Prinsip-prinsip umum yang menjadi dasar kurikulum pada pendidikan Islam
  5. Dasar-dasar umum yang menjadi asas kurikulum pendidikan Islam
a)      Dasar agama
b)      Dasar falsafah
c)      Dasar Psikologis
d)     Dasar Kemasyarakatan
  1. Tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh kurikulum pendidikan Islam
  2. Penjelasan yang mungkin bagi pendidikan Islam

  1. Metode-Metode Mengajar Pada Pendidikan Islam
Dalam pokok bahasan kesembilan ini ada enam judul yang dipaparkan yaitu:
1.      Konsep metode mengajar pada pentingnya pendidikan Islam
2.      Berbagai-bagai penjelasan bagi metode mengajar
3.      Metode mengajar umum yang terpenting pada pendidikan Islam
a)      Metode deduktif
b)      Metode analogi
c)      Metode kuliah
d)     Metode cakapan dan diskusi
e)      Metode kelompok kecilceritera, mendengar, membaca, memberi catatan, menghafal, berfikir, dan melawat
4.      Ciri-ciri dan tujuan-tujuan umum bagi metode mengajar pada pendidikan Islam
a)      Ciri-ciri umum bagi metode mengajar pada pendidikan Islam
b)      Tujuan-tujuan umum bagi mengajar pada pendidikan Islam
5.      Asas-asas umum bagi metode mengajar pada pendidikan Islam
a)      Asas agama
b)      Asas biologis dan psikologis
c)      Asas sosial
6.      Prinsip-prinsip umum terpenting yang menjadi dasar metode mengajar pada pendidikan Islam
a)      Perlu mengetahui motivasi, kebutuhan dan minat belajar
b)      Perlu mengetahui tujuan belajar
c)      Perlu mengetahui tahap kematangan pelajar
d)     Perlu mengetahui perbedaan-perbedaan indiviadual di antara pelajar
e)      Perlu menyediakan peluang pengalaman praktek
f)       Perlu memperhatikan kefahaman, dan mengetahui hubungan-hubungan, integrasi pengalaman dan kelanjutannya, keaslian, pembaharuan, dan kebebasan berfikir
g)      Perlu menjadikan proses pendidikan itu sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi pelajar


BAB III
ANALISIS BUKU

1.      Falsafah pendidikan Islam memang sangat dibutuhkan melihat masih kurangnya buku-buku pendidikan Islam yang ada dan kebutuhannya sebagai rujukan ilmiah dalam disiplin ilmu tertentu.
2.      Falsafah pendidikan Islam memiliki sumber-sumber dan sya  rat-syarat yang tak lepas dari Islam dan kebudayaan Islam itu sendiri dan hal tersebut telah dijelaskan dengan rinci di dalam buku tersebut.
3.      Prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap jagat raya menyangkut perkara-perkara pokok yang diimani; baik dasar maupun keyakinan tentang watak atau sifat alam jagat raya.
4.      Prinsip-prinsip yang menjadi dasar pandangan Islam terhadap manusia membahas prinsip-prinsip terpenting yang merupakan keyakinan kita dalam kontek membicarakan kepentingan dan ciri atau watak insan yang dirasakan sesuai dengan ruh Islam.
5.      Prinsip-prinsip yang menjadi hdasar pandangan Islam terhadap masyarakat menguraikan hubungan yang erat antara pendidikan dan masyarakat, bahwa kerja-kerja pendidikan lebih bersifat sosial dari yang lain, dan bahwa merubah serta memajukan masyarakat merupakan tujuan yang paling menonjol bagi pendidikan yang wajar.
6.      Prinsip-prinsip yang menjadi dasar teori pengetahuan pada pemikiran Islam membicarakan tentang teori pengetahuan namun dibatasi dengan setengah prinsip-prinsip yang berhubungan dengan setengah-setengah segi pembahasan falsafah dan pembahasan pendididkan dalam waktu yang sama.
7.      Prinsip-prinsip yang menjadi dasar teori akhlak dalam Islam berbicara tentang sejumlah prinsip-prinsip lain yang menjadi dasar falsafah Islam yang sekaligus menjadi salah salah satu dasar pendidikan Islam, bersangkutan dengan falsafah akhlak atau teori akhlak dalam Islam.
8.      Tujuan-tujuan pendidikan Islam berisikan konsep tujuan pendidikan, tahap-tahap tujuan pendidikan, sumber-sumber yang menjadi dasar tujuan-tujuan dan maksud-maksud pendidikan Islam, tujuan pendidikan dalam Islam dan prinsip umum yang menjadi dasarnya dan tujuan individual dan sosial yang ingin dicapai oleh pendidikan Islam.
9.      Kurikulum pendidikan Islam memperbincangkan tentang perkara-perkara yang paling penting dan mengkhususkan pada perbincangan terhadap dasar dasar dan prinsip-prinsip umum bagi kurikulum tanpa membicarakan pelaksanaan praktis dalam bidang kurikulum, juga tidak memperbincangkan dengan terperinci tentang tenang kandungan kurikulum, matapelajaran, kegiatan-kegiata, pengalaman-pengalaman yang menjadi unsur-unsur utama kurikulum itu. Hanya memberikan pengertian ringkas, singkat, dan umum tentang sifat-sifat dan falsafah kurikulum dalam bidang pendidikan.
10.  Metode-metode mengajar pada pendidikan Islam membicarakan tentang metode-metode mengajar dalam pendidikan Islam dalam rangka dalil-dalil agama, pemikiran-pemikiran dan pendapat-pendapat tentang pendidikan yang terkandung dalam sejarah dan kebudayaan pendidikan Islam.
BAB IV
PENUTUP

Dari analisis isi buku terdahulu, dapatlah diketahui kelebihan-kelebihan buku itu, yakni sebagai berikut :
1)      Buku tersebut dapat dijadikan rujukan ilmiah dalam disiplin-disiplin ilmu lain, karena kurangnya buku-buku pendidikan Islam
2)      Bahasa yang dipakai sepanjang penjelasan dan paparan isi buku tergolong sederhana, sehingga pembaca mudah dalam memahami.
3)      Buku tersebut juga menyederhanakan perbincangan dan menghindarkan dari perselisihan ahli-ahli falsafah dan ahli-ahli ilmu kalam, dan sekedar menyebutkan apa yang telah disepakati oleh sebahagian besar ulama-ulama Islam.
4)      Buku tersebut juga terdapat tulisan-tulisan ulama-ulama dulu dan modern dalam hal prinsip-prinsip dan pemikiran-pemikiran pendidikan dalam kebudayaan Islam serta memberikan penekanan pada pembuktian dan peneguhan terhadap prinsip-prinsip dan pemikiran-pemikiran falsafah dan pendidikan.
Selanjutnya dari isi buku itu juga dapat diketahui beberapa kelemahan ataupun kekurangan buku itu, yakni sebagai berikut :
1)      Buku tersebut kurang tepat dijadikan buku pegangan pendidik yang berkecimpung secara langsung dalam dunia pendidikan dan menghadapi problema-problema pendidikan sehari-hari.
2)      Buku tersebut merupakan salah satu buku dalam pendidikan Islam yang jumlahnya sangat sedikit.
3)      Dalam judul kurikulum pendidikan Islam hanya memperbincangkan tentang perkara-perkara yang paling penting dan mengkhususkan pada perbincangan terhadap dasar dasar dan prinsip-prinsip umum bagi kurikulum tanpa membicarakan pelaksanaan praktis dalam bidang kurikulum, juga tidak memperbincangkan dengan terperinci tentang tenang kandungan kurikulum, matapelajaran, kegiatan-kegiata, pengalaman-pengalaman yang menjadi unsur-unsur utama kurikulum itu. Hanya memberikan pengertian ringkas, singkat, dan umum tentang sifat-sifat dan falsafah kurikulum dalam bidang pendidikan.
4)      Ada terdapat sedikit kesalahan pengetikan dalam buku itu.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar